Mier, Terposting juga ya, aku senang sekali kita bisa nyambung lagi . Biar kuingat gimana kamu waktu SD. Dulu kamu duduk di sebelah kanan pojok depan, kamu sangat pendiam jarang bicara, sulit untuk tersenyum apalagi ketawa, tapi kamu pinter kalo ngak salah kamu kesayangan pak Parno. Tanganmu pernah terluka karena main golok dengan adhikmu, sehingga harus diikat. Bila melihat, matamu seperti mau menerkam, aku jadi sungkan sama kamu. Setelah masuk SMP kamu duduk di kelas C aku di kelas B. Kamu jarang keluar kelas, bila keluar kelas selalu bareng dengan Munir, dan kita jarang ketemu.
Baru kali ini bisa memposting gambarmu disini. Terimakasih kunjungan ke rumahnya. Anak-anak masih suka nanyain mana om temen mama, kenapa tak kesini lagi?". " Om jauh-jauh dari Aceh buat nenggokin mama, lain kali kita tenggokin Om kalo udah pindah ke Jakarta dengan keluarganya. Teman mama ini orang nya cerdas, baik sama mama suka ngobrol lamaaa banget, waktu kuliah aktifis, khas dari om ini dia susah bilang R dengan jelas, jadi mama suka benggong kalo dengerin dia ngomong.
Diklat di Grand Pasundan Bandung selama 3 hari, Setelah seminggu diklat di Jakarta ke Bekasi ke Jakarta lagi, kita pindah ke Bandung.
Antri mo ke kamar ......
Di buka oleh Sekjen Departemen Sosial
Peserta mulai siap-siap mengikuti diklat
Di tengah acara ada teman ketiduran nyenyaaaak . Sebenarnya aku juga ngantuk, tapi begitu menoleh ada yang pulas tidur tiba2 ngantuk ku jadi hilang. aku suruh temen di sampingku merunduk dan.....cepreeet, Kena kamu!, Semoga dia mau memaafkan ke-usilanku.
Acara makan
Selesai acara kita keluar, jalanan Peta sepi , tak seperti di Dago yang meriah.
becak menunggu penumpang
Tukang becak, " Neng kita juga di foto, masukin koran ya neng!, sekali-kali atuh neng !"
" Bapak ingin masuk koran, gampang, besok bapak kumpulin teman2 yang lain, demo ke Walikota dan DPR suruh mereka bikin undang-undang untuk melestarikan becak"
Mereka ketawa...
" Neng ada-ada aja"
Awalnya ku kira hantu, tapi tak mungkin hantu gentanyangan secara vulgar begini, setelah ku amati dia adalah gelandangan.
Bandung dari atas kamar tempatku menginap
Buat Teh Hera dan Kang Wawan, emang serasi, selalu kompak sejak masih kuliah. Makasih Teh udah banyak kasih saran dan semangat buat saya. Sebenarnya tak terlalu banyak kelebihan yang saya miliki, seperti yang teteh katakan, saya merasa biasa saja seperti yang lain, jika teteh bilang orang akan merasa nyaman dengan saya, saya merasa tersanjung, tapi buat saya hidup ini memang tak bisa untuk berhenti belajar, bahkan saya ingin belajar banyak dari Teteh. (Terima kasih hadiah kerudungya udah saya pakai)
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, maka ciptakan cinta di dalam hati kita.Bila kita menginginkan tim kerja memiliki kemampuan tinggi, maka tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kita berikan kepadanya. karena hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dari diri kita.
Misua-kubilang" Ambar suruh keluar dari Depsos jadi penyanyi organ tunggal aja pasti laku dan ngetop". Gimana Jeng ? Teruskan bakat nyanyinya........En semoga tahun depan aku dah bisa ngiringi kamu nyanyi dangdut, meskipun sedikit alergi dg dangdut tapi buat kamu ngak pa-palah aku coba mo belajar( Sorry, video tak bisa tayang semua karna kalo lengkap, akses blogku jadi lelet lemot plus luama buanget, kalo mo yang lengkap ke rumah aja jeng!)
Tulisan ini ku buat sebagai selingan dalam presentasiku pada Seminar Pelayanan Departemen Sosial bagi Lanjut Usia di Bambu Apus Jak-Tim. Saat membacakannya dg diiringi alunan musik nan lembut, banyak yang terharu dan meneteskan air mata, tapi bukan maksud untuk membuat audien sedih, cuma sekedar mengingatkan bila suatu saat kita pun akan seperti mereka .
Sebuah Renungan dari PSTW
Dulu kami juga gagah , tubuh kami tegap, dada kami bidang , mata kami berbinar tajam menatap masa depan,
dulu kami sangat tampan hingga tak seorang gadis pun menolak
jika kami ajak untuk berkencan
dulu kami juga muda dan bersemangat tak gentar menghadapi kerasnya kehidupan tanpa kenal lelah kami banting tulang untuk menafkahi keluarga yang sangat kami banggakan
dulu kami juga sangat cantik, tubuh kami seksi, kulit kami halus bak sutra, bibir kami memerah, rambut kami ikal tergerai berkilauan, dan begitu banyak pria memuja kami
tapi kini lihatlah.......... kulit kami keriput, rambut kami memutih, mata kami rabun, tiap kali beranjak dari tempat duduk kami gemetaran, jalan pun kami sempoyongan dan terlalu banyak penyakit yang mengerogoti tubuh ini
Adakah yang masih peduli dengan kami?
ketika kami tiada harapan ketika tubuh yang renta ini tergilas oleh waktu dan hanya tinggal ketidakberdayaan kami menjadi terbuang bahkan oleh keluarga yang kami cintai
Namun senyum itu datang ketulusan itu menjelang mewarnai hari-hari yang kami lewati seorang pekerja sosial bersama keikhlasannya menerima kami dengan senyum penghargaan adakah yang lebih indah dari itu?
kami rasa tidak.... doa kami dan kenangannya tentang mereka akan kami bawa hingga ditutup usia
dari seorang kakek dan nenek yang terbuang untuk seorang pekerja sosial yang berhati mulia
Nenek dan kakek dalam video di atas baru saja menikah lho !, mereka bertemu di panti, saling jatuh cinta trus menikah. Lucu banget :))