Dewi Kartika

19 September, 2009

Memaafkan Adalah Karunia Terindah

”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang makruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS Al-A’raf: 199).

Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?”

Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Alloh menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”
Firman Alloh, ”Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Alloh Maha Pemaaf lagi Mahakuasa.” (QS An-Nisa [4]: 149).




Memaafkan dan meminta maaf memang tidaklah mudah, karena tidak hanya sebatas kata-kata, namun tentu tidak ada kesalahan yang tidak bisa dimaafkan! Orang yang mampu memaafkan hanyalah orang-orang yang memiliki cinta dan cinta hanya pada hati yang suci, setelah sebulan penuh kita membasuhnya dengan ramadhan.

Label:

16 September, 2009

Berburu Lailatul Qadar

Allah berfirman :

Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an pada lailatul Qadar, tahukah engkau apakah lailatul Qadar itu ? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar" (Al-Qadr : 1-5]

Rasulullah S.A.W telah bersabda dalam hadis muttafaq 'alaih daripada Abu Hurairah yang artinya : Siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar penuh keimanan dan keikhlasan akan diampun baginya dosa yang telah lalu.

Menurut imam Fakhrurrazi bahwa Allah menyembunyikan malam lailatul qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Dia menyembunyikan segala sesuatu yang lain.

Dia menyembunyikan keridhaanNya pada setiap ketaatan sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk melakukan semua ketaatan atau ibadat itu.

Begitu juga Dia menyembunyikan kemurkaanNya pada setiap perkara maksiat agar kita berhati-hati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya kerana dosa kecil jika terus dilakukan secara berterusan akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertaubat dan berusaha meninggalkannya.

Dia menyembunyikan wali-waliNya agar manusia tidak terlalu bergantung kepada mereka dalam berdoa sebaliknya berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu daripadaNya kerana Allah menerima segala doa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa.

Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jum'at supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitulah juga Allah menyembunyikan penerimaan taubat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita sentiasa istiqamah dan ikhlas dalam beramal dan senantiasa dalam bertaubat.

Demikianlah juga dengan penyembunyian malam lailatul qadar , agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepadaNya bukan hanya sekedar menunggu malam lailatu qadar saja.

Tetapi inilah penyakit besar yang menimpa umat Islam menyebabkan malam-malam Ramadhan lesu karena mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar saja untuk beribadat. Karena mengejar kelebihan lailatul qadar ini menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang setahun sekali.

Antara tanda-tanda dalam mengetahui malam lailatul qadar adalah berdasarkan beberapa hadis di bawah :
  1. Abi Ibnu Ka'ab telah meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda mengenai lailatul qadar yang artinya : Sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram). - Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab puasa -
  2. Telah diriwayatkan daripada Nabi S.A.W bahawa baginda telah bersabda yang artinya : Sesungguhnya tanda-tanda lailatul qadar, bahawa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk padanya dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar bersamanya pada hari itu. - Hadis riwayat imam Ahmad dengan isnad jayyid daripada Ibadah bin As-Somit -
  3. Dalam Mu'jam At-Tobarani Al-Kabir daripada Waailah bin Al-Asqa' daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya(suram).
Semoga disetiap malam kita bisa mengisi dengan ibadah seolah-olah tiap malam adalah malam lailatu qodar, waktu begitu cepat berlalu, tak terasa umur kita bertambah kian menua, tak ada yang bisa kita banggakan kecuali amalan dan kedekatan kita kepada yang Maha Pencipta.

Label:

09 September, 2009

Lagi, Zionis Bunuh Bocah Palestina

BEIT HANOUN (Arrahmah.com) -
Seorang bocah Palestina tewas setelah harus menderita akibat luka tembakan peluru yang dilepaskan oleh tentara Zionis Israel (la'natullah 'alayh) di utara Jalur Gaza, kata petugas medis.

Bocah laki-laki berusia 13 tahun dengan nama Ghazi Maher Al Zaanen, ditembak di bagian kepala oleh tentara Israel dari posnya di timur kota Beit Hanoun.
Ia segera dilarikan ke rumah sakit al-Shifa, dan dimasukkan ke ruang operasi darurat. Ghazi bertahan hidup dengan kondisi yang sangat kritis selama beberapa jam, sebagaimana dilaporkan International Middle East Media Center.

Senin lalu, Israel pun menembak seorang remaja Palestina di Tepi Barat.
Remaja 17 tahun yang bernama Muhammad Nayef itu pun menderita luka serius dan dilarikan ke rumah sakit Hadassah di al-Quds, dan meninggal beberapa jam kemudian.

Sementara itu, pada hari Jumat (4/9), pasukan Yahudi itupun melukai para demonstran Palestina di desa Bil'in dan Nil'in, Tepi Barat, dalam aksi damai mingguan menentang Benteng Pemisah. Puluhan muslim Palestina serta aktivis internasional lainnya juga harus menderita akibat tembakan gas air mata. Baca ARRAHMAH

Label:

06 September, 2009

Haddad Alwi feat Anti __Marhaban ya Ramadhan


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah hampir lima tahun lamanya vakum, penyanyi dan pencipta lagu Islami, Haddad Alwi, akhirnya kembali hadir. Ia pun menggandeng pemyanyi muda Anti (11), sebagai pengganti Sulis, yang kini telah beranjak dewasa.

"Agak kesulitan mencari sosok pengganti Sulis. Sekarang dia sudah besar, padahal lagu saya identik dengan anak-anak," ungkap Haddad saat peluncuran album 12 Lagu Pilihan Haddad Alwi, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Diakui Haddad, setelah Sulis beranjak dewasa, selama itu pula dia hanya mampu menelurkan satu album saja, tanpa sentuhan lagu anak-anak. "Saya cuma bisa bikin satu album yang minim sentuhan anak-anak, hingga akhirnya saya menemukan Anti," jelasnya.


Label:

02 September, 2009

Rindu Ramadhan di Kampung (Bagian 1)

Ada banyak alasan mengapa ingin sekali aku kembali ke kampung
saat ramadhan tiba.Mulai jam dua pagi di setiap mesjid saling bersautan untuk membangunkan orang-orang.

" saur-saur,....wedal saur sak puniko sampun nedak aken jam tiga langkung sedoso menit, saur-saur..."

Suara itu tetap mengiang di telingaku, dan ingin sekali aku mendengarkannya, walau hanya satu kali agar mampu mengobati rinduku akan suasana khas yang tak kutemukan disini.

Aku masih ingat, dengan mengucek mataku dan berat untuk beranjak dari tidur aku tetap bangun setelah mbah, budhe atau pembantu membangunkanku dengan susah payah.

di meja telah tersedia banyak makanan dan minuman , susu, teh dan kopi selalu mereka sediakan untukku dan Dengan rasa malas aku pun menyantapnya.

Tiba-tiba ada suara dari mushola

"saur-saur.....wedal saur sak puniko sampun nedhak aken jam sekawan seperempat, dados wedal sahur kirang gangsal menitt..."

Aku kaget suara itu seperti meyadarkanku dan segera kumasukkkan seluruh makanan ke mulutku

"Mulane yen di gugah gage tangi, bocah kok susah yen turu koyo mati...."

Mbah, dulu kemarahanmu membuat ku suntuk dan bete tapi kini aku sangat ingin kau marahi.

Label:

Do'a Ramadhan


Ya Allah
jika imanku kemasukan keragu-raguan
jika amal ibadahku kemasukan cacat ujub dan takabur
jika lisanku menghamburkan kebohongan
Jika di hatiku kerasukan sifat munafik
hingga aku merelakan dosa2 besar maupun kecil

jika semua kebaikan-kebaikan-Mu terhadapku tetapi tidak aku syukuri
jika setiap kali Engkau memandangku dengan pandangan kasih sayang
tapi aku pejamkan mataku
jika umurku ini aku pergunakan untuk berbuat apa-apa yang tidak Engkau ridhai
jika aku mempersingkat amalanku dengan mengharapkan pahala dari -Mu
Jika dalam keadaan genting aku menyandarkan pada pertolongan sesama manusia bukan kepada-MU bahkan aku mendurhakai-MU
karena sebab yang ku ketahui maupun tidak aku ketahui maka aku memohon taubat dan menyerahkan diri hanya kepada-MU