Dewi Kartika

19 Juli, 2009

Diklat di Grand Pasundan Bandung




Diklat di Grand Pasundan Bandung selama 3 hari,
Setelah seminggu diklat di Jakarta ke Bekasi ke Jakarta lagi, kita pindah ke Bandung.









Antri mo ke kamar ......














Di buka oleh Sekjen Departemen Sosial











Peserta mulai siap-siap mengikuti diklat








Di tengah acara ada teman ketiduran nyenyaaaak . Sebenarnya aku juga ngantuk, tapi begitu menoleh ada yang pulas tidur tiba2 ngantuk ku jadi hilang. aku suruh temen di sampingku merunduk dan.....cepreeet, Kena kamu!, Semoga dia mau memaafkan ke-usilanku.








Acara makan








Selesai acara kita keluar, jalanan Peta sepi , tak seperti di Dago yang meriah.











becak menunggu penumpang









Tukang becak, " Neng kita juga di foto, masukin koran ya neng!, sekali-kali atuh neng !"
" Bapak ingin masuk koran, gampang, besok bapak kumpulin teman2 yang lain, demo ke Walikota dan DPR suruh mereka bikin undang-undang untuk melestarikan becak"
Mereka ketawa...
" Neng ada-ada aja"





Awalnya ku kira hantu, tapi tak mungkin hantu gentanyangan secara vulgar begini, setelah ku amati dia adalah gelandangan.









Bandung dari atas kamar tempatku menginap









Buat Teh Hera dan Kang Wawan, emang serasi, selalu kompak sejak masih kuliah. Makasih Teh udah banyak kasih saran dan semangat buat saya. Sebenarnya tak terlalu banyak kelebihan yang saya miliki, seperti yang teteh katakan, saya merasa biasa saja seperti yang lain, jika teteh bilang orang akan merasa nyaman dengan saya, saya merasa tersanjung, tapi buat saya hidup ini memang tak bisa untuk berhenti belajar, bahkan saya ingin belajar banyak dari Teteh. (Terima kasih hadiah kerudungya udah saya pakai)


Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda