Dewi Kartika

09 Januari, 2010

Siapa Si Kaya Siapa Si Miskin?


Pada pagi yang cerah, seorang saudagar kaya berjalan-jalan disekitar rumahnya yg megah. Seketika pandangannya tertuju kepada seorang anak muda berbadan tegap dan berwajah tampan sedang duduk murung didekat pintu gerbang. Kemudian saudagar tersebut berjalan dan menghampiri pemuda tadi, melihat saudagar menghampirinya, pemuda tersebut menundukkan kepalanya menahan malu, saudagar merasa penasaran apa gerangan yg dialami pemuda tersebut.

“Betapa indah dunia ini, di pagi yang cerah ini udara begitu segar dan burung saling berkicau, tapi kenapa kamu begitu murung”?,tanya saudargar

Sambil menggelengkan kepala, sipemuda berkata, “ Tuan,bagiku hari-hari ini tersa sama oleh ku membosankan dan menyedihkan, kenapa tidak? Nasib saya begitu jelek,tdk punya kerja, miskin,makanpun sulit”

Mendengar jawaban yg diberikan, saudagar kaya tersenyum bijak “Hem..seharusnya kamu tdk perlu bermuram durja,karena sebetulnya engkau sangatlah kaya...”

Sipemuda terhenyak kaget, “apa tuan bilang? Saya sangat kaya, tolong tuan jgn mempermainkan saya!”

Ha.ha.ha..jangan marah dulu. Akan kubuktikan sesungguhnya kamu kaya,” jawab pertanyaan ku...Jika aku tukar kesehatan kamu dengan 10 tael emas dan besok kamu sakit, bagaimana?” tanya saudagar kaya.
saya tidak mau...!!”jawab sipemuda dengan tegas.

Baik.Aku tambahkan lagi, jika aku tukar keremajaanmu dengan 20 tael emas dan besoknya kamu berubah menjadi kakek-kakek sepertiku, bagaimana?”
“Gila...masa aku diminta jadi tua, aku tidak mau......!”

“Jika aku tambahkan lagi 30 tael emas, maukah kau menukarkan ketampananmu dan besoknya wajahmu menjadi buruk dan menyeramkan?”
“Saya tidak mau...!!!

“Hebat..aku tambahkan lagi,Sekarang aku bayar 40 tael emas! Nah kau tukar kebijaksanaanmu dengan menjadi orang bodoh dan idiot?”

“Tidak..mau! Buat apa aku hidup kalau tdk punya otak? Tidak mau!!”

Saudagar kaya semakin tertantang, “Baiklah, ini penawaran terakhir, dari semua jumlah yang ku tawarkan tadi, aku tambahkan 50 tael emas! Dan maukah kamu menukarkannya dengan Nuranimu,besoknya kamu menjadi seorang PENIPU dan PEMBUNUH?”.

“Gila...!!Tuan,saya bukan orang seperti itu.Saya masih punya harga diri dan hati nurani, dan saya tdk akan menerima tawaran Tuan....sekali lagi Tidak !”.pekik sipemuda.

Nah ,anak muda..aku sudah menawarkan kepadamu lebih dari 150 tael emas! Itu jumlah yang sangat besar, tetapi tidak satupun yang bisa/sanggup saya beli dari diri kamu, berarti apa yang ada padamu sudah barang tentulah sesuatu tidak ternilai harganya. Dan kekayaan yang melekat padamu melebihi 150 tael emas. Nah anak muda aku sudah buktikan, bahwa engkau memang kaya bukan?”Maka dari sekarang berhentilah untuk meratapi nasib dan mulalailah berusaha!” ujar saudagar tua.

Mendengar nasehat dari saudagar tua tersebut, seketika tersadar, dan apa yang dilakukan selama ini merupakan kekonyolan dan kebodohan.

Kemudian dia berucap, “Tuan.,terimakasih atas penawaran kebijakanmu”.Saya sungguh malu dan menyesal telah menyia-nyiakan masa muda saya dan malas berusaha. Dan sekarang saya sadar ternyata saya bukanlah orang miskin, saya punya modal yang cukup utk menjemput impian saya, sekali lagi terima kasih, Tuan!”.Dan anak muda tersebut dengan langkah tengap pergi untuk menyongsong lembaran hidup baru.

Copy Paste dari Tulisan Arvan Pradiansyah

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda