-->>> Pengamat Politik?, Kita Juga Bisa Jadi Pakarnya (Bagian 2)
Ada yang tahu ngak?
Politik itu adalah kursi empuk, yach boleh saja kita ibaratkan seperti kursi yang sangat empuk, Busanya terbuat dari spon asli yang sangat mahal, Kainya lembut nyaman dikulit dan bentuknya tentu mewah dan wah, saat diduduki sungguh nyaman , sehingga semua orang ingin mencicipi dan merasakan keempukannya.inilah yang membuat orang sering lupa diri.
Politik itu busuk , ada yang memaknai demikian karena kadang untuk mendapatkannya dibutuhkan trik2 yang buruk hingga bau dari kebusukan ini bisa tercium, tapi kadang juga tidak bisa tercium sangking hebatnya seseorang menutupi kebusukan. Walau pada akhirnya waktu dan sejarahlah yang akan membongkar kebusukan ini.
politik itu kejam, nah ini yang terdengar lebih bikin orang alergi dan merinding untuk membahasnya, karena begitu banyaknya orang yang menginginkan kursi yang empuk ini, akan semakin keras seseorang mendapatkannya. Berbagai cara akan digunakan untuk menjatuhkan lawan politik, jadi jangan heran jika kita mendengar si calon A memfitnah si B, si B menjegal si C, atau bahkan pertumpahan darah pun bisa terjadi dan sangat2 bisa terjadi.
Definisi di atas penulis rangkum bukan lah definisi yang sesungguhnya itu hanyalah pendapat yang sering penulis dengar dari berbagai pendapat, Kalau menurut penulis Politik adalah politik, politik itu cari kedudukan, cari kedudukan bisa dengan politik, mo di jadikan kejam atau penyayang, berbau busuk atau wangi, itu tergantung yang berpolitik.
Tapi menurut para ahli, Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara . Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci penting, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi politik, sistem politik perilaku politik, partisipasi politik proses politik dan tidak kalah penting adalah PARTAI POLITIK
Politik itu busuk , ada yang memaknai demikian karena kadang untuk mendapatkannya dibutuhkan trik2 yang buruk hingga bau dari kebusukan ini bisa tercium, tapi kadang juga tidak bisa tercium sangking hebatnya seseorang menutupi kebusukan. Walau pada akhirnya waktu dan sejarahlah yang akan membongkar kebusukan ini.
politik itu kejam, nah ini yang terdengar lebih bikin orang alergi dan merinding untuk membahasnya, karena begitu banyaknya orang yang menginginkan kursi yang empuk ini, akan semakin keras seseorang mendapatkannya. Berbagai cara akan digunakan untuk menjatuhkan lawan politik, jadi jangan heran jika kita mendengar si calon A memfitnah si B, si B menjegal si C, atau bahkan pertumpahan darah pun bisa terjadi dan sangat2 bisa terjadi.
Definisi di atas penulis rangkum bukan lah definisi yang sesungguhnya itu hanyalah pendapat yang sering penulis dengar dari berbagai pendapat, Kalau menurut penulis Politik adalah politik, politik itu cari kedudukan, cari kedudukan bisa dengan politik, mo di jadikan kejam atau penyayang, berbau busuk atau wangi, itu tergantung yang berpolitik.
Tapi menurut para ahli, Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara . Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci penting, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi politik, sistem politik perilaku politik, partisipasi politik proses politik dan tidak kalah penting adalah PARTAI POLITIK
partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara melalui pemilihan umum. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa partai politik itu pada pokoknya memiliki kedudukan dan peranan yang sentral dan penting dalam setiap sistem demokrasi.
Di Indonesia peran Partai Politik adalah sebagai pilar penyangga demokrasi. Dalam artian bahwa, keberadaan demokrasi tanpa adanya Partai Politik adalah sebuah situasi kekuasaan tanpa legitimasi. Karena begitu pentingnya peran Partai Politik, maka sudah selayaknya jika Partai Politik diharapkan mampu menjamin demokratisasi yang sehat dan efektif. Dengan kondisi Partai Politik yang sehat dan efektif, maka memungkinkan untuk melaksanakan rekrutmen pemimpin atau proses pengkaderan, pendidikan politik dan kontrol sosial yang sehat.
ciri PARTAI POLITIK PAYAH
wajah Dunia politik kita memiliki warna pragmatis dan jangka pendek. Ini bisa dilihat pada momen2 pemilihan nasional , dpr atau pun pilkada, dimana kericuhan dan ketidakpuasan yang dilampiaskan dengan cara anarkis sering terjadi di berbagai daerah. ini merupakan suatu akumulasi dari kondisi masyarakat yang masih lemah secara ekonomi dan kecerdasan, khususnya kecerdasan dalam memahami politik itu sendiri. Sehingga mereka seringkali hanya dijadikan sebagai komoditi politik sesaat bagi orang-orang yang sedikit lebih berilmu terhadap politik. sebagai gambaran untuk menentukan pilihan partai pemilu nanti perlu kita tahu bagaimana ciri2 wajah sebuah partai yang payah dalam dunia politik indonesia, menurut penulis ada beberapa hal:
Agenda jangka pendek
Hanya memiliki agenda jangka pendek, artinya mereka berangkat dari agenda bagaimana memenangkan pemilu dalam hiruk pesta demokrasi tanpa didasari sebuah agenda jangka panjang dengan gagasan besar untuk mewujudkan masyarakat yang berperadaban maju.
Kepentingan pribadi
Karena tujuan utamanya bagaimana meraih suara terbanyak, seringkali mereka melupakan tujuan mendasar dalam menciptakan tatanan kehidupan sebuah bangsa dan negara yang dilandasi moralitas dan nilai2 religi, hukum dan demokrasi, sehingga manuver2 pribadi yang culas sering digunakan untuk mendapatkan suara terbanyak.
Motivasi Kekuatan finansial dan Pengembalian modal
Modal yang kuat memang dibutuhkan untuk sosialisasi partai, tapi ternyata modal yang kuat tanpa diimbangi dengan platform partai yang jelas hanya akan menhasilkan sebuah jajaran legislatif dan pemimpin mental pedagang. Dengan pengeluaran besar tentu orang akan berfikir bagaimana mengembalikan dana pemilu yang telah dikeluarkan. Akhirnya mereka akan sibuk bagaimana menciptakan proyek-proyek yang sebenarnya tidak mendukung kemaslahatan banyak orang. Anggaran juga akan diitung sampai detil se detil-detilnya agar keuntungan benar2 menguntungkan.
Aji mumpung
Sebelum menjabat Mumpung ada pesta demokrasi, mumpung diberi kebebasan, mumpung dicalonkan, mempung di ajak teman, mumpung punya uang , mumpung ada yang percaya, mumpung masyarakat masih mudah di bohongi.
Setelah dapat jabatan harus dimanfaatkan, mumpung ada proyek, mumpung bisa memainkan angka dan peraturan, mumpung tak ketahuan korupsi mumpung masih menjabat gunakan kekuasaan dan jangan sampai semua kesempatan terlewat karena belum tentu pemilu kedepan bisa menjabat
Agenda balas dendam
Ini sering kita lihat, kita dengar, kita baca di media cetak dan elektronik. Saling berkomentar pedas antar partai , calon presiden dan legislatif. Atas dalih mengkritisi kebijakan kadang tak sadar mereka terjebak dalam retorika politik untuk saling menjatuhkan. Tujuan utamanya apa?, kebijakan yang dikeluarkan seorang figur/pemerintah hanya akan membahayakan diri mereka sehingga perlu dikritisi untuk mengundang opini dukungan masyarakat yang ngak benar-benar mengerti sebuah kebijakan dikeluarkan dan tentu sisi2 buruklah yang akan diekspos.
Jargon masa lalu dan nostalgia
Nostalgia yang di pidatokan oleh sebagian pemimpin dan legislatif adalah cara menumbuhkan kebanggaan masa lalu yang terlalu kebablasan, mengapa?, karena seorang contoh yang dicontohkan, ternyata tak memiliki prilaku yang benar2 bisa dicontoh. .Figur yang awalnya begitu di elu-elukan dengan euforia wah tiba2 jatuh tersungkur bagaikan pecundang. Tapi dengan alasan kejayaan masa lalu mereka menghidupkan seorang tokoh untuk dijadikan formula menarik masa sebanyak2nya, para pemimpin mengunakan cara ini untuk membangkitkan masyarakat agar merindukan kejayaan masa lalu, padahal orang yang ditarik untuk masuk ke partai ini belum tentu paham benar bagaimana kejadian masa lalu yg sesungguhnya, jangan2 pembelokan sejarah bisa dilakukan. Cara seperti ini seolah bisa mendidik masyarakat tentang politik, tapi sebenarnya ini adalah Virus pembodohan.
Menjual figur
Menjual figur sah2 saja dalam politik dan pemilu hanya saja yang perlu dipertanyakan sampai kapan seorang figur mampu bertahan?. Karena partai politik yang kuat harus memiliki kekuatan yang mengakar di masyarakat. Managemen kepemimpinan yang profesional untuk melaksanakan program2 cerdas dibutuhkan sistem dan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan, Jadi partai yang menjual figur hanya menunggu keruntuhan saat figur yang diagungkan surut sinarnya.
Agenda jangka pendek
Hanya memiliki agenda jangka pendek, artinya mereka berangkat dari agenda bagaimana memenangkan pemilu dalam hiruk pesta demokrasi tanpa didasari sebuah agenda jangka panjang dengan gagasan besar untuk mewujudkan masyarakat yang berperadaban maju.
Kepentingan pribadi
Karena tujuan utamanya bagaimana meraih suara terbanyak, seringkali mereka melupakan tujuan mendasar dalam menciptakan tatanan kehidupan sebuah bangsa dan negara yang dilandasi moralitas dan nilai2 religi, hukum dan demokrasi, sehingga manuver2 pribadi yang culas sering digunakan untuk mendapatkan suara terbanyak.
Motivasi Kekuatan finansial dan Pengembalian modal
Modal yang kuat memang dibutuhkan untuk sosialisasi partai, tapi ternyata modal yang kuat tanpa diimbangi dengan platform partai yang jelas hanya akan menhasilkan sebuah jajaran legislatif dan pemimpin mental pedagang. Dengan pengeluaran besar tentu orang akan berfikir bagaimana mengembalikan dana pemilu yang telah dikeluarkan. Akhirnya mereka akan sibuk bagaimana menciptakan proyek-proyek yang sebenarnya tidak mendukung kemaslahatan banyak orang. Anggaran juga akan diitung sampai detil se detil-detilnya agar keuntungan benar2 menguntungkan.
Aji mumpung
Sebelum menjabat Mumpung ada pesta demokrasi, mumpung diberi kebebasan, mumpung dicalonkan, mempung di ajak teman, mumpung punya uang , mumpung ada yang percaya, mumpung masyarakat masih mudah di bohongi.
Setelah dapat jabatan harus dimanfaatkan, mumpung ada proyek, mumpung bisa memainkan angka dan peraturan, mumpung tak ketahuan korupsi mumpung masih menjabat gunakan kekuasaan dan jangan sampai semua kesempatan terlewat karena belum tentu pemilu kedepan bisa menjabat
Agenda balas dendam
Ini sering kita lihat, kita dengar, kita baca di media cetak dan elektronik. Saling berkomentar pedas antar partai , calon presiden dan legislatif. Atas dalih mengkritisi kebijakan kadang tak sadar mereka terjebak dalam retorika politik untuk saling menjatuhkan. Tujuan utamanya apa?, kebijakan yang dikeluarkan seorang figur/pemerintah hanya akan membahayakan diri mereka sehingga perlu dikritisi untuk mengundang opini dukungan masyarakat yang ngak benar-benar mengerti sebuah kebijakan dikeluarkan dan tentu sisi2 buruklah yang akan diekspos.
Jargon masa lalu dan nostalgia
Nostalgia yang di pidatokan oleh sebagian pemimpin dan legislatif adalah cara menumbuhkan kebanggaan masa lalu yang terlalu kebablasan, mengapa?, karena seorang contoh yang dicontohkan, ternyata tak memiliki prilaku yang benar2 bisa dicontoh. .Figur yang awalnya begitu di elu-elukan dengan euforia wah tiba2 jatuh tersungkur bagaikan pecundang. Tapi dengan alasan kejayaan masa lalu mereka menghidupkan seorang tokoh untuk dijadikan formula menarik masa sebanyak2nya, para pemimpin mengunakan cara ini untuk membangkitkan masyarakat agar merindukan kejayaan masa lalu, padahal orang yang ditarik untuk masuk ke partai ini belum tentu paham benar bagaimana kejadian masa lalu yg sesungguhnya, jangan2 pembelokan sejarah bisa dilakukan. Cara seperti ini seolah bisa mendidik masyarakat tentang politik, tapi sebenarnya ini adalah Virus pembodohan.
Menjual figur
Menjual figur sah2 saja dalam politik dan pemilu hanya saja yang perlu dipertanyakan sampai kapan seorang figur mampu bertahan?. Karena partai politik yang kuat harus memiliki kekuatan yang mengakar di masyarakat. Managemen kepemimpinan yang profesional untuk melaksanakan program2 cerdas dibutuhkan sistem dan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan, Jadi partai yang menjual figur hanya menunggu keruntuhan saat figur yang diagungkan surut sinarnya.
Visioner Berorientasi ke masa depan dan mampu merumuskan tujuan perjuangan politiknya sesuai dengan problematika masyarakat dan bangsanya secara lebih realistis.
Pergantian pemimpin tanpa gonjang ganjing, kekuasaan bukanlah tujuan tapi amanat masyarakat yang diemban tanpa mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan
Kaderisasi yang berkesinambungan yaitu kaderisasai bukan dilihat dari seberapa banyak anggota yg bisa direkrut, tapi kemampuan partai dalam menstranfer nilai2 positif kepada kadernya. Karena perjalanan sebuah partai adalah sangat panjang dan melelahkan sehingga dibutuhkan kekuatan yang cukup bisa menopang keberlanjutan partai dan demokrasi di negara ini.
Mampu bekerja sama dengan pihak lain dengan susunan masyarakat yang heterogen- menuntut jiwa besar untuk dapat bergandengan tangan dan bekerjasama dengan berbagai pihak dengan platform dan agenda perbaikan yang jelas.
Pergantian pemimpin tanpa gonjang ganjing, kekuasaan bukanlah tujuan tapi amanat masyarakat yang diemban tanpa mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan
Kaderisasi yang berkesinambungan yaitu kaderisasai bukan dilihat dari seberapa banyak anggota yg bisa direkrut, tapi kemampuan partai dalam menstranfer nilai2 positif kepada kadernya. Karena perjalanan sebuah partai adalah sangat panjang dan melelahkan sehingga dibutuhkan kekuatan yang cukup bisa menopang keberlanjutan partai dan demokrasi di negara ini.
Mampu bekerja sama dengan pihak lain dengan susunan masyarakat yang heterogen- menuntut jiwa besar untuk dapat bergandengan tangan dan bekerjasama dengan berbagai pihak dengan platform dan agenda perbaikan yang jelas.
Transparan,maksudnya dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. memiliki komitmen yang kuat terhadap penegakan hukum, hak asasi manusia dan keadilan, serta anti korupsi, kolusi dan nepotisme. Dalam penegakkan hukum dan moralitas tentu pula tak ada yg ditutup-tutupi, jika memang ada kader yang salah partai ngak perlu mati-matian membela demi nama baik partai, tapi harus memiliki sikap penegakkan keadilan masyarakat yg dibela bukan keadilan untuk caleg2nya.
Managemen yang profesional berdasarkan sistem yang baik, melalui satuan-satuan kerja yang efektif dan efisien, dan dilaksanakan oleh sumberdaya manusia yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas; Konsisten,berorientasi kepada program dan dilaksanakan berdasarkan fungsi dan tanggungjawab.
Peduli yaitu memiliki kepedulian yang tinggi dan besar terhadap konstituennya, kepedulian bukan ditunjukkan saat menjelang pemilu dan untuk mendapatkan suara, tapi pasca pemilu pun mestinya tetap dijaga untuk menjawab berbagai permasalahan yang timbul dimasyarakat.
Managemen yang profesional berdasarkan sistem yang baik, melalui satuan-satuan kerja yang efektif dan efisien, dan dilaksanakan oleh sumberdaya manusia yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas; Konsisten,berorientasi kepada program dan dilaksanakan berdasarkan fungsi dan tanggungjawab.
Peduli yaitu memiliki kepedulian yang tinggi dan besar terhadap konstituennya, kepedulian bukan ditunjukkan saat menjelang pemilu dan untuk mendapatkan suara, tapi pasca pemilu pun mestinya tetap dijaga untuk menjawab berbagai permasalahan yang timbul dimasyarakat.
Lalu....
dengan begitu banyaknya partai politik yang turut serta dalam pemilu membuat kita mengalami kesulitan menentukan pilihan, tapi penjelasan di atas setidaknya memberikan gambaran yang cukup jelas tentang bagaimana kita menilai dan kepada siapa kita harus menentukan pilihan. Dengan membuka mata, hati, pikiran dan jiwa lebar-lebar dari sekian banyak partai yang ditawarkan maka yang cukup memiliki kriteria sebagai partai yang pantas dipilih adalah PKS=PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (OOO,.. ternyata mo promosi).
Mengapa?
Karena PKS memiliki visi ke depan yang lebih jelas dibandingkan dengan partai2 lain yaitu bertujuan mewujudkan masyarakat madani yang adil dan sejahtera di ridhoi alloh SWT dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.Masyarakat madani yang cita2kan oleh pks adalah masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasis pada nilai2,norma2,hukum, moral yang ditopang keimanan, menghormati pluralitas, bersikap terbuka dan demokratis serta gotong royong untuk menjaga kedaulatan negara.
Coba Kasih Tahu BUKTINYA.......
Selain kriteria diatas yang telah terpenuhi sebagai partai yang profesional dan modern, sepanjang berdirinya PKS juga terbukti ;
BUKAN Partai LIMA tahunan Bukan partai yang kerjanya menjelang pemilu saja. PKS terus melayani masyarakat, kapanpun, di manapun.
Program PKS hadir untuk Masyarakat Bakti sosial, bazaar, advokasi beasiswa dan kesehatan, pendampingan UMKM, penanggulangan bencana, semuanya untuk membantu masyarakat. Sehingga ada anggapan, “Ingat baksos, ingat PKS!”
Program PKS hadir untuk Masyarakat Bakti sosial, bazaar, advokasi beasiswa dan kesehatan, pendampingan UMKM, penanggulangan bencana, semuanya untuk membantu masyarakat. Sehingga ada anggapan, “Ingat baksos, ingat PKS!”
Terbukti Peduli Perempuan.Sebanyak 4.500 Pos Wanita Keadilan tersebar di seluruh Indonesia, siap melayani kesehatan ibu, anak, pendidikan usia dini, taman bacaan, dsb.
Terbukti Berani Melawan Korupsi.Ahmad Zarkasih, Ketua DPRD Bengkulu asal PKS, berani mengungkap kasus dugaan korupsi Walikota, meski akhirnya berujung di penjara.
Terbukti Anti Korupsi.Fraksi PKS mengembalikan uang gratifikasi total sebesar 1.9 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (Media Indonesia, 14 April 2008).
Terbukti Reformis, Anti Penjajahan.PKS mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk agresi dan penjajahan oleh Israel karena bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945: Kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
Terbukti Solid, Tanpa Perpecahan.Sejak 1998-2009 PKS terbukti sebagai partai yang solid, utuh, dan kuat. Belum pernah mengalami perpecahan internal.
Kader PKS senantiasa berusaha menjadi Insan bertaqwa dan bergunaSelalu membantu masyarakat apalagi rakyat kecil adalah hal yang selalu dianjurkan dalam proses pembinaan kader-kader PKS.
PKS Tertib dan Santun Jones mengakui sangat terkesan terhadap demo yang diorganisasi PKS. “Saya merasa apa yangdilakukan PKS heboh sekali. Itu sesuatu yang sangat baik, di mana ada protes, tetapi yang 100% damai. Dengan ribuan orang, tetapi sangat berdisiplin,” ungkapnya. (Sidney Jones, Jawa Pos)
PKS Komitmen terhadap NKRI Bagi PKS, NKRI adalah bentuk negara yang paling sesuai dengan Indonesia.
Terbukti Berani Melawan Korupsi.Ahmad Zarkasih, Ketua DPRD Bengkulu asal PKS, berani mengungkap kasus dugaan korupsi Walikota, meski akhirnya berujung di penjara.Terbukti Anti Korupsi.Fraksi PKS mengembalikan uang gratifikasi total sebesar 1.9 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (Media Indonesia, 14 April 2008).
Terbukti Reformis, Anti Penjajahan.PKS mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk agresi dan penjajahan oleh Israel karena bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945: Kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
Terbukti Solid, Tanpa Perpecahan.Sejak 1998-2009 PKS terbukti sebagai partai yang solid, utuh, dan kuat. Belum pernah mengalami perpecahan internal.
Kader PKS senantiasa berusaha menjadi Insan bertaqwa dan bergunaSelalu membantu masyarakat apalagi rakyat kecil adalah hal yang selalu dianjurkan dalam proses pembinaan kader-kader PKS.
PKS Tertib dan Santun Jones mengakui sangat terkesan terhadap demo yang diorganisasi PKS. “Saya merasa apa yangdilakukan PKS heboh sekali. Itu sesuatu yang sangat baik, di mana ada protes, tetapi yang 100% damai. Dengan ribuan orang, tetapi sangat berdisiplin,” ungkapnya. (Sidney Jones, Jawa Pos)
PKS Komitmen terhadap NKRI Bagi PKS, NKRI adalah bentuk negara yang paling sesuai dengan Indonesia.
Terbukti Dipercaya.Berbagai survei untuk PKS akhir-akhir ini menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas (dipilih oleh masyarakat) adalah berkisar antara 11 sampai 14 persen, menempati peringkat 4. Mengalami peningkatan dari sekitar 7 persen di Pemilu 2004.
dari kenyataan ini wajar jika kita menganggap pks sebagai partai yang cukup konsisten dalam menjalankan misi dan visinya. Walau demikian kita sebagai rakyat mestinya tetap mengedepankan Kejelian dalam memilih .
Berbagai kelemahan yang ada pada proses demokrasi juga pada partai2 sebagai wadahnya dan kondisi negara ini secara umum, kita juga memiliki andil di dalamnya, karena mungkin kita telah salah memilih pemimpin, mungkin karena kita salah memilih partai, atau mungkin kita juga tidak memilih karena ketidakpercayaan terhadap partai2 yang ada.
Maka dari itu Broo, kita ngak perlu patah arang, patah semangat apa lagi patah hati untuk mengisi dan memperbaiki kondisi negara ini menjadi lebih baik memilih partai adalah langkah awal untuk memperbaiki kondisi suatu negara, harapan masih ada dan akan selalu ada, harapan itu ada pada gerakkan tangan kita.
sebagai kata terakhir.......
Dari hari ke hari, kita sebagai rakyat selalu merajut harapan akan hidup lebih layak dan sejahtera. Namun, dari pemilu ke pemilu pula harapan itu hanya menggantung di bibir para wakil dan pejabat publik terpilih, mungkin ini saatnya para pemimpin, caleg dan partai memenuhi janji mereka sebelum dan setelah pemilu. Oke, sampai disini ajah, penulis udah ngantuk nih, SEMOGA BISA MENENTUKAN PILIHAN YANG TEPAT.
Label: Try to open Mind













