Dewi Kartika

30 Mei, 2009

MOTHER, HOW ARE YOU TODAY? (Lagu Pertamaku Belajar Gitar)

Ini adalah lagu saat pertama kali belajar memetik gitar, suka lagu ini karna mudah diingat, kuncinya ngak susah dan liriknya amat menyentuh. Sengaja dipostingkan buat mengingat betapa butuhnya kita berbagi cerita dengan ibu. Lagu ini mengingatkan pula bagaimana susahnya dulu belajar petik gitar, jari-jari tangan pada melepuh tapi lama-lama jadi kapalan.





Mother, how are you today?Here is a note from your daughter.With me everything is ok. Mother, how are you today?
Mother, don’t worry, I’m fine.Promise to see you this summer.This time there will be no delay.Mother, how are you today?
Verse:____I found the man of my dreams.Next time you will get to know him.Many things happened while I was away.Mother, how are you today?

Ibu, apa kabar hari ini?Disini ada catatan dari putri mu. Segalanya bagiku akan baik-baik saja. Ibu, apa kabar hari ini?Ibu, janganlah risau, Aku akan baik-baik saja. Berjanji untuk menemuimu di musim panas . Waktu yang ada tak kan terhapuskan.
Ibu, apa kabar hari ini?Aku telah menemukan pria impianku. Lain waktu engkau akan mengenalnya. Banyak hal terjadi saat ku pergi. Ibu, apa kabar hari ini?

Label:

28 Mei, 2009

CINTA SEJATI

Suami saya adalah seorang insinyur , saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul ketika saya bersender di bahunya yang bidang.
Di masa kenalan dan pacaran, sampai sekarang, dalam masa pernikahan, saya harus mengakui, bahwa saya mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan-2 saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif dan berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Dan suami saya bertolak belakang dari saya, rasa sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana yang romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta.
Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, yaitu saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, terlalu banyak alasan yang ada di dunia ini", jawab saya. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, " Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?"
Seseorang berkata, mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit dan itu benar, saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya.
Saya menatap dalam-dalam matanya dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya. Seandainya katakanlah saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" Dia berkata, " Saya akan memberikan jawabannya besok."
Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya melihat selembar kertas dengan coret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan….
Istriku Sayang, ‘Saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali.
"Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya saya bisa menolong untuk memperbaiki programnya." "Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu untukmu." "Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-2 baru yang kamu kunjungi, saya harus memberikan mata saya untuk mengarahkanmu." "Kamu selalu pegal-2 pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal." "Kamu senang diam didalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi "aneh". "Saya harus memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon-2 dan cerita-2 untuk menyembuhkan kebosananmu." "Kamu selalu menatap komputermu dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu." "Saya akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu?" "Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. "Saya tidak akan mengambil bunga itu lalu mati."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur dan saya membaca kembali…
"Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya, jika kamu puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana dengan susu segar dan roti kesukaanmu?"
Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti.
Oh, saya percaya, tidak ada orang yang pernah mencintai saya seperti yang dia lakukan dan mengetahui saya harus melupakan "bunga" itu sendiri?
Itulah hidup, atau boleh dikatakan, cinta, ketika seseorang dikelilingi dengan cinta, kemudian perasaan itu mulai berangsur- angsur hilang dan ketika kita mengabaikan cinta sejati yang berada diantara kedamaian dan kesepian?
Cinta menunjukkan berbagai macam bentuknya, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan dangkal, atau bahkan tidak punya bentuk, bisa juga dalam bentuk yang tidak ingin kita ketahui?Bunga, saat-saat yang romantis hanyalah bentuk awal dari hubungan.
Di atas semua ini, pilar cinta sejati berdiri dan itulah kehidupan kita.

Label:

Lelaki Sejati

Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih lelaki sejati? Bunda menjawab, Nak…
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangTambah Gambarnya pada orang disekitarnya….
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…..
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…<>

Label:

04 Mei, 2009

REPORTASE JALAN2 DI BANDUNG

Selama 2 hari satu malam jalan2 di bandung di sana tak terlalu banyak yang berubah setelah lebih dari 9 tahun
Simpang dago, dulu macet, sekarang tambah macett

Lorong Pedagang kaki lima, sumpek sampai susah jalan

Menjelang sore hingga tengah malam simpang dago dipenuhi pedagang kaki lima, banyak makanan, dan banyak asap dari masakan yang dipanggang dan kendaraan bermotor campur jadi satu.

Ini tempat ku tinggal
Kampus tempat aku belajar, banyak teman dan menemukan teman hidup

Bapak kantin aku suka makan di sini, orang nya masih sama
Abang penjual, dia tambah gemuk, rambutnya juga masih dikucir belakang, aneh dia masih ingat aku

Jalanan ini adalah lalu lintas ku lalulalang pulang pergi kampus dan kos



Tak sengaja ketemu teman lama, dia mengambil s2 di kampus

Suasana terminal Luewie Panjang

Sebelum pulang beli oleh2, temanku mencicipi semua makanan, disini mencoba boleh sampai kenyang

Temanku di kerubuti calo, aku sibuk motret dia uring2an karena binggung
Pengemis, modusnya dari dulu sama duduk bersila di lantai trotoar terminal

Pengamen jalanan, kehadirannya memecah suasana di bus

Petugas Terminal, "Neng, bapak difoto sekali lagi , kapan kembali ke sini?, bawakan fotonya buat saya ya!". Aku hanya senyum2 karena ngak bisa jawab kapan aku ke Bandung lagi.