Dewi Kartika

02 Desember, 2009

Anakku Ingin punya FaceBook

Rata PenuhKemaren Asa membuatku tertegun, karena ia bilang.

“Ma, FB itu apa sih, guru-guru dan teman –teman di sekolah ngomongin FB.katanya mereka punya FB, Asa ingin juga ma!”

Oh , anakku sayang, sini nak, biar Ibu jelaskan untukmu.

Fb, adalah sebuah situs seperti google. saat Asa mendapat PR dari sekolah, ibu mengajarkan bagaimana asa harus mencari jawabanya lewat google. Tapi kalau FB adalah situs pertemanan, kita bisa berteman dengan siapa saja di dunia ini”

Ibu dan Ayah juga punya FB, sini ibu perlihatkan seperti apa itu FB, agar kau bisa mengerti.

Kau tahu sayang ada beberapa manfaat yang bisa kita dapat dari FB, tapi keburukannya jauh lebih banyak, apa lagi asa baru kelas 5 SD.

Banyak waktu yang akan terbuang sia-sia disana.

Akan lebih baik gunakan waktu luang untuk mengasah ketrampilan, Ibu belikan pianika, kau bisa belajar, dirumah ada Organ yang bisa kau mainkan, ibu juga punya gitar sayang kau bisa mengunakan waktumu untuk mempelajarinya.

Atau kalau tidak menulislah, kau sudah punya blog kan, ibu rasa itu akan membantumu berkreatifitas, banyak ilmu lain yang lebih bermanfaat yang bisa kita pelajari.

Jika ahli di FB, kau tak kan bisa mengembangkan dirimu, tapi bila kau punya ketrampilan, bisa menunjukkan pada dunia, jika kau adalah seseorang yang memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan.

Dengan ketrampilan asa juga bisa mendapatkan banyak uang. Ibu tak mengajarimu untuk menjadi matre, tapi berfikirlah, ketrampilan akan membawamu menjadi seseorang yang lebih berguna.

Di FB kita akan banyak menghamburkan kata-kata yang semestinya tak perlu kita ucapkan.

Kita bisa curhat dan berkeluh kesah di FB, tapi untuk apa kita berkeluh kesah disana?, agar orang lain bersimpati?.

Hidup ini tak perlu diisi dengan keluhan, jalani semua dengan rasa syukur, maka kita bisa melihat betapa indahnya kehidupan kita, tempat yang paling tepat untuk kita berkeluh kesah hanyalah Allah SWT, hanya Dia saja yang seharusnya tahu.

Doa dan harapan, serta derita apa saja yang kita alami bagilah dengan Tuhan, karena tak satu manusia pun di dunia ini bisa meringankan beban kecuali kau hanya bergantung kepada-Nya. Tak perlu orang lain tahu, jika mereka baik padamu itu hanya akan menambah beban pikiran mereka, tapi jika mereka tidak suka padamu bisa jadi mereka akan mentertawakanmu.

Di FB dapat memberitakan prestasi apa saja yang telah kita capai.

Tapi sayang…..
Kebaikan apa yang telah kita lakukan di hari-hari kita, tak perlu disiarkan, untuk apa? , agar mendapat ucapan selamat dari teman-teman? atau agar mereka menghadiahi kita dengan sebuah komentar?, itu namanya riak.

Agama kita sangat mengecam perbuatan riak, maka jauhilah, dan bersihkanlah hati dari sifat-sifat yang akan membawa kita berlaku takabur serta mengharap pujian dari orang lain.

Ibu ingin mengajarimu bagaimana memanfaatkan waktu dan menyikapi hal yang mungkin orang anggap itu sepele, karena hal-hal kecil yang dijadikan kebiasaan akan mempengaruhi sikap dan prilaku kita selanjutnya.

Ibu telah merasakan dampak dari FB, mempengaruhi jiwa, pikiran dan perilaku kita, dengan mengijinkan dan membantu membuka account di sana, sama artinya ibu telah menyuntikkan bibit racun ke dalam jiwamu.

Ibu tidak melarangmu memiliki FB, hanya saja sekarang belum saatnya, jika saatnya tiba ibu akan ijinkan, dan kelak kau harus bisa memanfaatkannya dengan baik, karena bila salah mengunakan, maka tanpa kau sadari ia akan berubah menjadi racun yang sangat membahayakan hidup dan masa depanmu.


1 Komentar:

Pada 5 Desember 2009 pukul 21.25 , Blogger bocahbancar mengatakan...

HHmm....Iyah, kalo masih SD mah memang sebaiknya jangan dulu punya Mbak...
Saya add ya Mbak Blognya ke Blogroll saya..
Salam semangat selalu

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda