Dewi Kartika

13 Desember, 2009

Anak Kolong Jembatan Manggarai

Diantara hiruk pikuk lalu lintas ibu kota, diantara kemegahan gedung-gedungnya ada satu kehidupan yang terabaikan, karena orang-orang hanya sibuk memikirkan diri mereka sendiri. Ketidakpedulian telah menjadi budaya yang sangat dibanggakan

Panggil saja Irwan, dibesarkan di bawah jembatan, ibunya telah meninggal satu tahun lalu, Ia dan adhiknya yang berumur 5 tahun bekerja sebagai pengamen dan ayahnya bekerja sebagai pemulung. Baru kelas tiga SD tapi putus sekolah. Pernah ditangkap satpol PP. Dengan lugunya dia bercerita. "Saya ditangkap satpol PP dan dipenjarakan oleh Depsos!". (oh, ternyata mereka selama ini telah salah sangka, Depsos Dikira sbg penjara padahal bertujuan membina)Aku senyum-senyum, untung saja tidak memperkenalkan diri sebagai utusan Depsos, bisa-bisa aku di usir oleh mereka.
Tidak ada kata belajar atau bermain, yang ada adalah bekerja, mencari uang bahkan untuk orang tua mereka sendiri. Anak-anak bekerja sebagai pengamen, pengemis dan pemulung
Tangga masuk
Toilet umum.
untuk membersihkannya mereka membawa sekantong plastik air

Tempat tidur yang nyaman
Mengurus anak
Ladang Bisnis juga tumbuh disini "Usaha mikro super mini market"
"Kita ingin tempat bermain Kak..."
ya... smoga pemerintah dan masyarakat mau peduli , berdoa saja dhik..!
hanya itu saja yang bisa ku katakan karena aku juga tak tahu bagaimana cara menghibur mereka

Label:

1 Komentar:

Pada 23 Desember 2009 pukul 18.47 , Anonymous Endri mengatakan...

Harus ada yg peduli

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda