Dewi Kartika

02 September, 2009

Rindu Ramadhan di Kampung (Bagian 1)

Ada banyak alasan mengapa ingin sekali aku kembali ke kampung
saat ramadhan tiba.Mulai jam dua pagi di setiap mesjid saling bersautan untuk membangunkan orang-orang.

" saur-saur,....wedal saur sak puniko sampun nedak aken jam tiga langkung sedoso menit, saur-saur..."

Suara itu tetap mengiang di telingaku, dan ingin sekali aku mendengarkannya, walau hanya satu kali agar mampu mengobati rinduku akan suasana khas yang tak kutemukan disini.

Aku masih ingat, dengan mengucek mataku dan berat untuk beranjak dari tidur aku tetap bangun setelah mbah, budhe atau pembantu membangunkanku dengan susah payah.

di meja telah tersedia banyak makanan dan minuman , susu, teh dan kopi selalu mereka sediakan untukku dan Dengan rasa malas aku pun menyantapnya.

Tiba-tiba ada suara dari mushola

"saur-saur.....wedal saur sak puniko sampun nedhak aken jam sekawan seperempat, dados wedal sahur kirang gangsal menitt..."

Aku kaget suara itu seperti meyadarkanku dan segera kumasukkkan seluruh makanan ke mulutku

"Mulane yen di gugah gage tangi, bocah kok susah yen turu koyo mati...."

Mbah, dulu kemarahanmu membuat ku suntuk dan bete tapi kini aku sangat ingin kau marahi.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda