Dewi Kartika

04 Maret, 2010

Tidak Ada Yang Sia-Sia

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja kita mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena kita melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila kita berani menenggok ke sisi yang lain, kita akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.

Kita tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.

Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang kita temui di selokan rumah kita?

Alloh Berfirman " Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka".(QS.Al-Imron 190-191)

Label:

19 Januari, 2010

Tuhan Mengajarkan Ikhlas Mencintai


Cinta adalah anugrah terindah yang pernah diterima manusia,dan akan selalu hidup dalam setiap hati manusia. Cinta bukanlah benda yang diberikan begitu saja dan lalu bisa kita buang bila kita tidak menyukainya.

Cinta adalah sumber kekuatan. Cinta adalah saat kau harus jujur pada dirimu sendiri dan orang yang kamu cintai. Cinta adalah saat kamu mendengar, berbicara dan menghargai kebenaran dan tidak pernah menolaknya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakan

Karena Mencintai Bukanlah bagaimana kamu melupakan Melainkan bagaimana kamu memaafkan Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan Melainkan bagaimana kamu mengerti Bukanlah apa yang kamu lihat Melainkan apa yang kamu rasakan Bukanlah bagaimana kamu melepaskan Melainkan bagaimana kamu bertahan

Namun Cinta juga bukanlah bagaimana mempertahankan seseorang yang kau cintai, sementara ia sadar memiliki alasan yang salah mencintaimu, maka lepaskan dan berlalulah darinya agar dia memiliki kesempatan untuk mendapatkan cinta dengan alasan yang lebih baik.

Memilih cinta karena kecantikan atau ketampanan tak akan pernah membuat bahagia karena itu sebatas tipuan mata, ia akan sirna tergerus oleh waktu.Jika engkau memilih cinta karena pesona kecerdasan seseorang kau hanya akan menyesali diri karena di atas langit masih ada langit.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, Juga tak kalah menyakitkan ketika orang yang dulu mencintaimu berubah memalingkan diri darimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang . Tapi ketika cinta itu T U L U S, meskipun kalah, kamu tetap menang, hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang Lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.

Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang Bukan Karena Kita Ingin Berhenti Mencintainya Melainkan Karena Kita Menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.Namun Apabila kau benar2 mencintai seseorang, jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kau benar2 mencintai melainkan berjuanglah demi c i n t a mu

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya .Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, tetapi kamu masih setia menunggunya Cinta adalah ketika kau melihat dia bahagia mencintai orang lain dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: “aku turut bahagia untukmu”. Jika kamu mencintai seseorang, kamu akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi mu

Satu-satunya cara agar kita memperoleh kasih sayang ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Cinta adalah kadang tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya dengan kata-kata atau perbuatan. Bahkan kau melakukan banyak kesalahan dalam mengungkapkanya, hingga orang yang dicintai salah faham, tapi tak perlu menyesal karena setiap orang merasa buta saat jatuh cinta, namun kau bisa memperbaiki mengukirnya dengan goresan ikhlas atas nama kebesaran Tuhan.

Lihatlah bagaimana Tuhan mengajarkan....
Rasakan bagaimana Tuhan mencintai ......
Semua tak kan dapat dimengerti tanpa kau mencari tahu dan merasakan bagaimana jiwamu bersuara...........

Label:

12 Januari, 2010

Aku Tak Pernah Kehilangan

Hey… kenapa menangis ?

“Aku kehilangan seseorang, ia pergi meninggalkanku”

Sebegitu sakitkah hingga air matamu tumpah?

“Ya, karena ia sangat berarti “

Jika begitu berarti ia akan selalu dihatimu bukan?

“Selamanya”

Lalu untuk apa bersedih, kamu tidak kehilangan, kau bisa menemukannya di hatimu


“Aku ingin bertemu”

Pejamkan saja matamu, dan ia akan datang


“Ku ingin berbagi cerita dengannya”

Katakan apa yang ingin kau katakan, ceritakan apa yang ingin kau ceritakan, maka dia akan mendengar dan menjawabnya


“Aku ingin memeluknya”

Ulurkan saja tanganmu dan rasakan dia telah ada dalam pelukanmu

“Benar, aku tak perlu menangis lagi , aku tak pernah kehilangan, dia tetap ada disini bersamaku dan takkan kulepaskan”

(Buat adikku yang telah pergi dan tak kan kembali, damailah dalam tidur panjangmu. Ya Robbi, sampaikan salamku padanya, ku sangat merindukannya, sangat…sangat….sangat)

Label:

09 Januari, 2010

Siapa Si Kaya Siapa Si Miskin?


Pada pagi yang cerah, seorang saudagar kaya berjalan-jalan disekitar rumahnya yg megah. Seketika pandangannya tertuju kepada seorang anak muda berbadan tegap dan berwajah tampan sedang duduk murung didekat pintu gerbang. Kemudian saudagar tersebut berjalan dan menghampiri pemuda tadi, melihat saudagar menghampirinya, pemuda tersebut menundukkan kepalanya menahan malu, saudagar merasa penasaran apa gerangan yg dialami pemuda tersebut.

“Betapa indah dunia ini, di pagi yang cerah ini udara begitu segar dan burung saling berkicau, tapi kenapa kamu begitu murung”?,tanya saudargar

Sambil menggelengkan kepala, sipemuda berkata, “ Tuan,bagiku hari-hari ini tersa sama oleh ku membosankan dan menyedihkan, kenapa tidak? Nasib saya begitu jelek,tdk punya kerja, miskin,makanpun sulit”

Mendengar jawaban yg diberikan, saudagar kaya tersenyum bijak “Hem..seharusnya kamu tdk perlu bermuram durja,karena sebetulnya engkau sangatlah kaya...”

Sipemuda terhenyak kaget, “apa tuan bilang? Saya sangat kaya, tolong tuan jgn mempermainkan saya!”

Ha.ha.ha..jangan marah dulu. Akan kubuktikan sesungguhnya kamu kaya,” jawab pertanyaan ku...Jika aku tukar kesehatan kamu dengan 10 tael emas dan besok kamu sakit, bagaimana?” tanya saudagar kaya.
saya tidak mau...!!”jawab sipemuda dengan tegas.

Baik.Aku tambahkan lagi, jika aku tukar keremajaanmu dengan 20 tael emas dan besoknya kamu berubah menjadi kakek-kakek sepertiku, bagaimana?”
“Gila...masa aku diminta jadi tua, aku tidak mau......!”

“Jika aku tambahkan lagi 30 tael emas, maukah kau menukarkan ketampananmu dan besoknya wajahmu menjadi buruk dan menyeramkan?”
“Saya tidak mau...!!!

“Hebat..aku tambahkan lagi,Sekarang aku bayar 40 tael emas! Nah kau tukar kebijaksanaanmu dengan menjadi orang bodoh dan idiot?”

“Tidak..mau! Buat apa aku hidup kalau tdk punya otak? Tidak mau!!”

Saudagar kaya semakin tertantang, “Baiklah, ini penawaran terakhir, dari semua jumlah yang ku tawarkan tadi, aku tambahkan 50 tael emas! Dan maukah kamu menukarkannya dengan Nuranimu,besoknya kamu menjadi seorang PENIPU dan PEMBUNUH?”.

“Gila...!!Tuan,saya bukan orang seperti itu.Saya masih punya harga diri dan hati nurani, dan saya tdk akan menerima tawaran Tuan....sekali lagi Tidak !”.pekik sipemuda.

Nah ,anak muda..aku sudah menawarkan kepadamu lebih dari 150 tael emas! Itu jumlah yang sangat besar, tetapi tidak satupun yang bisa/sanggup saya beli dari diri kamu, berarti apa yang ada padamu sudah barang tentulah sesuatu tidak ternilai harganya. Dan kekayaan yang melekat padamu melebihi 150 tael emas. Nah anak muda aku sudah buktikan, bahwa engkau memang kaya bukan?”Maka dari sekarang berhentilah untuk meratapi nasib dan mulalailah berusaha!” ujar saudagar tua.

Mendengar nasehat dari saudagar tua tersebut, seketika tersadar, dan apa yang dilakukan selama ini merupakan kekonyolan dan kebodohan.

Kemudian dia berucap, “Tuan.,terimakasih atas penawaran kebijakanmu”.Saya sungguh malu dan menyesal telah menyia-nyiakan masa muda saya dan malas berusaha. Dan sekarang saya sadar ternyata saya bukanlah orang miskin, saya punya modal yang cukup utk menjemput impian saya, sekali lagi terima kasih, Tuan!”.Dan anak muda tersebut dengan langkah tengap pergi untuk menyongsong lembaran hidup baru.

Copy Paste dari Tulisan Arvan Pradiansyah

Label: