Dewi Kartika

03 November, 2009

Jiwa yang tertinggal

“Jiwa yang tertinggal”



Ini adalah istilah yang baru ku dapat dari seorang teman, saat pertama membacanya, aku cukup mengrenyitkan dahi, untuk mengetahui makna yang sesungguhnya, namun kemudian muncul di benakku akan rekaman sebuah acara tv beberapa tahun lalu, tentang berburu hantu, jadi aku hanya bisa menyimpulkan bahwa jiwa tertinggal tak lain adalah roh yang gentayangan

Berpijak dari sini, apakah aku benar atau salah ternyata aku memang tak memiliki kapasitas untuk menterjemahkannya, mungkin kemampuanku menterjemahkan yang terlalu bodoh atau teman ku itu yang terlalu pintar hingga mampu menciptakan istilah "Jiwa yang tertinggal".

mencoba menguak misteri tentang jiwa yang tertinggal. Tak tanggung-tanggung aku aduk-aduk eyang google demi untuk mendapatkan definisi yang pas , Saat aku ketik keyword tentang jiwa yang tertinggal ternyata yang muncul adalah sakit jiwa, asuransi jiwa, atau jiwa yang sakit hemmmm…. ….

Menurut wikipedia Jiwa
Psyche (yunani) berarti jiwa, adalah "sesuatu" hal yang menggerakkan unsur kemanusiaan kita. Jiwa tidak nampak, namun dapat diukur, dirasa, diobservasi, semua dari efek tingkah laku yang dimunculkan oleh si manusia.

Beberapa berpendapat bahwa jiwa terdiri dari tiga unsur, yakni; unsur kognitif (pola pikir/otak), unsur afektif (perasaan), dan unsur konatif (tingkah laku). Ketiga unsur tersebut bekerja bersama dan berkaitan satu sama lain dari dalam diri seseorang.

Jiwa, merupakan tubuh halus manusia. Jiwa memiliki perangkat-perangkat yang menyebabkan manusia dicap sebagai makhluk sosial, makhluk cerdas (Aqal), makhluk spiritual (Qolbu).

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata jiwa memiliki arti roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup) dan bernyawa.

Sedangkan tertinggal, adalah suatu tindakan dengan atau tanpa sengaja membiarkan sesuatu bukan pada tempat semestinya, bila dalam konteks ini adalah jiwa, maka disadari atau tidak adalah suatu kejadian dimana jiwa telah terpisah dari raganya( yahch kira2 begitu)

Bila ini terjadi maka yang bisa ku katakan bahwa manusia tidak akan bisa hidup sebagaimana mestinya bila jiwa itu tertinggal, karena jiwa memiliki beberapa unsur yang saling terkait . Manusia yang hidup tanpa jiwa dapat di samakan sebagai zombie dalam cerita fiksi, Zombie adalah manusia dengan jiwa yang telah terambil secara supranatural atau perdukunan, dan dipekerjakan sebagai budak yang mengabdi pada "majikan zombie" sebagai tuan yang telah mengambil jiwa dari mayat hidup .

Dengan menulis ini sebenarnya aku ingin membuat penjelasan pada diriku sendiri secara “ilmiah” apa itu jiwa tertinggal, bagaimana prosesnya bisa tertinggal dan apa dampaknya jika jiwa benar-benar tertinggal, sampai disini aku sudah tak sanggup menulis, buat ku ini terlalu abstrak susah didefinisikan dan diselidiki dengan metode ilmiah sekalipun. Mungkin suatu saat aku bisa menjelaskannya tentang jiwa manusia dengan lebih bijaksana


Hanya saja yang bisa menjadi pegangan kita adalah frman Alloh

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Asy Syams:9-10)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda