Dewi Kartika

19 Januari, 2009

@ Hadiah Tahun Baru untuk Palestina

Suaraku jelas tak akan terdengar sampai ke gaza air mata pun menetes seolah tiada guna kemarahan menohok jiwaku, melihat darah yang tertumpah anak-anak mati atau meraung kesakitan .

Tahun baru disini bahkan diseluruh dunia dirayakan dengan gegap gempita musik disenandungkan sambil menari, sementara musik tahun baru di gaza adalah deru suara pesawat tempur Israel, kita disini menghamburkan uang ratusan juta bahkan milyaran untuk membakar kembang api sementara kembang api tahun baru di gaza adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Israel,

Itulah gambaran tahun baru di Jalur Gaza, di saat penduduk dunia bersuka ria merayakan tahun baru dengan hura-hura dan pesta kembang api. Harapan-harapan dikomandangkan menyambut pergantian tahun, tapi tidak bagi warga Gaza yang memulai tahun baru dengan penderitaan yang mungkin akan berlangsung entah kapan akibat kebiadaban kaum Zionis Yahudi Israel. Tarian yang mereka nikmati bukanlah tarian yang menghibur kelelahan mereka, namun tarian peluru yang setiap saat mengancam tubuh dan jiwa mereka untuk direngut dan dilukai demi kepuasan nafsu membunuh kaum yahudi.

Kini serangan memasuki hari ke 20.....
Kebengisan semakin menjadi,belum puas rasanya yahudi israel membantai bangsa palestina, setelah membunuh lebih dari 1100 orang hampir separohnya anak-anak serta melukai 5.130 orang, mereka juga menghancurkan gedung sekolah, rumah sakit, bahkan kuburan pun tak luput dari gempuran mereka.Ini bukanlah perang, namun pembantaian yang terorganisir, dengan bantuan Amerika, yahudi israel memusnahkan bangsa muslim palestina.

Apa yang dirasakan rakyat Palestina sekarang? Banyak diantara mereka yang merasa diabaikan dan dikhianati oleh masyarakat internasional.Dunia seharusnya membuka mata, daripada menari-nari dan minum-minum, mereka seharusnya menghentikan sebuah holocaust yang sedang dialami rakyat Gaza. Dunia internasional seharusnya sudah menghentikan dan melindungi hak-hak warga palestina dibawah penjajahan Israel .
Palestina....
Kedua tanganku memang tak cukup kuat untuk menopangmu, bahkan hanya sekedar menyeka tetesan darah dari tubuhmu pun, aku tak mampu.
Namun percayalah luka yang kau rasakan, aku pun merasakannya, kepedihanmu adalah kepedihanku juga
Lidahku tak cukup fasih untuk membela kebenaran atas kebohongan yahudi yang memojokkanmu. Namun percayalah, setiap doa yang ku panjatkan hanya memohon keselamatan bagimu. Darah yang tertumpah takkan pernah sia-sia, yakinlah Tuhan akan menolongmu.
" Dan janganlah sekali -kali kamu mengira bahwa orang2 yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup, disisi Tuhannya mendapat rezeki, mereka bergembira dgn karunia yg diberikan allah kepadanya dan bergirang hati terhadap orang yg masih tinggal di belakang yg belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati"(Alquran:Ali-Imran:169-170)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda